Pendamping desa mendorong percepatan serapan dan salur BLT

 PACAREJO – Pemerintah Kalurahan Pacarrejo bergerak cepat dalam mengoptimalkan pemanfaatan anggaran tahun 2026. Fokus utama saat ini diarahkan pada fasilitasi percepatan serapan Dana Desa (DD) Tahap 1, percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, serta dorongan penuh terhadap pelaksanaan pembangunan fisik di wilayah kalurahan.

Langkah akselerasi ini diambil guna memastikan roda perekonomian masyarakat dan program pembangunan infrastruktur dapat berjalan sesuai dengan linimasa yang telah direncanakan.

Sinergi Kuat dengan Pendamping Desa Kapanewon Semanu

Keberhasilan langkah percepatan ini tidak lepas dari peran aktif dan fasilitasi penuh dari Pendamping Desa. Sebagai mitra strategis kalurahan, Pendamping Desa Kapanewon Semanu bergerak cepat memberikan pengawalan, mulai dari aspek administrasi, regulasi, hingga teknis di lapangan.

Kehadiran tim pendamping memastikan seluruh tahapan pengajuan, pelaporan, dan pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku, sekaligus membantu memotong jalur birokrasi yang menghambat serapan anggaran.



Solusi Hambatan BLT: Sinkronisasi Data Rampung

Terkait program jaring pengaman sosial, Pemerintah Kalurahan Pacarejo bersama Pendamping Desa memberikan perhatian khusus pada penyaluran BLT Dana Desa tahun 2026. Sebagaimana diketahui, penyaluran sempat mengalami keterlambatan (belum salur) akibat adanya dinamika data di lapangan.

Hambatan tersebut dipicu oleh adanya perubahan daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Beberapa calon penerima terdeteksi telah mendapatkan program bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah pusat, sehingga intervensi regulasi harus dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih (double receive) anggaran negara.

Dalam proses ini, Pendamping Desa Kapanewon Semanu, Nurul Hayati, mengambil peran penting dalam memfasilitasi jalannya koordinasi dan validasi ulang. Proses verifikasi dan sinkronisasi data KPM yang sempat menjadi kendala kini telah selesai dituntaskan.

Nurul Hayati menjelaskan bahwa langkah mitigasi data ini sangat krusial demi menjaga akuntabilitas penyaluran bantuan di tingkat kalurahan.

"Kami dari Pendamping Desa terus mengawal proses pencermatan data ini agar tepat sasaran dan tidak menabrak aturan penumpukan bansos. Alhamdulillah, kendala administrasi kemarin sudah klir. Kami mengapresiasi kerja keras Pemerintah Kalurahan Pacarejo yang responsif, sehingga penyaluran BLT 2026 bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat untuk warga yang berhak," ujar Nurul Hayati.

Genjot Serapan Tahap 1 dan Pembangunan Fisik

Sejalan dengan klirnya administrasi BLT, fasilitasi juga difokuskan pada percepatan pencairan dan serapan Dana Desa Tahap 1. Anggaran yang turun di tahap awal ini akan langsung dialokasikan untuk membiayai berbagai sektor vital, terutama pembangunan fisik yang sudah dinantikan oleh warga.

Nurul Hayati juga menambahkan bahwa akselerasi pelaksanaan fisik harus diimbangi dengan kesiapan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di tingkat padukuhan.

"Selain BLT, fokus kita adalah mendorong serapan anggaran Tahap 1 untuk pembangunan fisik. Kami tekankan kepada seluruh TPK agar segera mengeksekusi program infrastruktur. Percepatan ini tidak hanya penting untuk serapan realisasi anggaran, tetapi juga agar manfaat fasilitas publik segera dinikmati warga dan menggerakkan ekonomi lokal melalui padat karya tunai," imbuhnya.

Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kalurahan Pacarejo dan Pendamping Desa, langkah fasilitasi ini diharapkan mampu mendongkrak performa tata kelola keuangan kalurahan menjadi lebih akuntabel, tepat waktu, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendampingan Lanjutan BUMDes Mahanani Dadapayu: Penguatan Laporan Keuangan dan SOP Unit Usaha

Penyaluran BLT Dana Desa Bulan Oktober di Kalurahan Semanu Kapanewon Semanu Berjalan Lancar

Bimbingan Teknis Skema Usaha Koperasi Desa Merah Putih di Kapanewon Semanu