Pemerintah Kalurahan Dadapayu Selenggarakan Peningkatan Kapasitas BUMKal untuk Mewujudkan Pengelolaan Usaha yang Profesional dan Akuntabel

 


Dadapayu, 13 Oktober 2026 — Pemerintah Kalurahan Dadapayu menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola BUMKal agar semakin profesional, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kalurahan.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini diikuti oleh pengurus BUMKal, pengawas, serta para pengelola unit usaha BUMKal. Hadir sebagai narasumber, Slamet, S.Pd., Tenaga Ahli Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul. Sementara itu, kegiatan difasilitasi oleh Nurul Hayati selaku Pendamping Desa dan Indra Novianto selaku Pendamping Lokal Desa.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai pentingnya evaluasi pengelolaan usaha dan keuangan BUMKal sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi, menjaga kesehatan keuangan, serta mendorong keberlanjutan usaha yang dikelola.

Evaluasi Rutin sebagai Kunci Pengembangan BUMKal

Dalam materi yang disampaikan, evaluasi pengelolaan usaha dan keuangan BUMKal menjadi salah satu hal penting yang perlu dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Evaluasi merupakan proses menilai dan meninjau pengelolaan usaha serta kondisi keuangan secara berkala untuk memastikan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai, kinerja meningkat, dan manfaat usaha dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Evaluasi tidak hanya dilakukan untuk mengetahui perkembangan usaha, tetapi juga untuk mengidentifikasi berbagai kendala sejak dini, menemukan penyebab permasalahan, serta menentukan langkah perbaikan yang tepat. Dengan demikian, pengurus BUMKal dapat mengambil keputusan berdasarkan data dan kondisi riil usaha, bukan semata-mata berdasarkan perkiraan.

Terdapat beberapa aspek utama yang perlu menjadi perhatian dalam evaluasi BUMKal, yaitu kinerja usaha, kondisi keuangan, sumber daya manusia dan aset, serta dampak keberadaan BUMKal bagi masyarakat. Dari aspek usaha, evaluasi dilakukan terhadap kinerja setiap unit, pendapatan, dan produktivitas. Dari aspek keuangan, perhatian diberikan pada pemasukan, pengeluaran, laba atau rugi, serta kondisi kas.

Sementara itu, aspek sumber daya meliputi kinerja pengurus, kemampuan sumber daya manusia, dan pengelolaan aset. Adapun dari sisi dampak, evaluasi diarahkan untuk melihat kontribusi BUMKal terhadap Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal), penciptaan lapangan kerja, serta tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan BUMKal.

Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan keuangan yang sehat merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan BUMKal. Oleh karena itu, setiap unit usaha perlu memiliki pencatatan keuangan yang tertib, data yang valid, serta laporan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui evaluasi berkala, pengurus dan pengelola unit usaha diharapkan mampu mengetahui perkembangan pendapatan, mengendalikan pengeluaran, menghitung hasil usaha, serta mengantisipasi risiko yang berpotensi menimbulkan kerugian. Laporan keuangan juga perlu disusun secara tepat waktu agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan pengembangan usaha berikutnya.

Pelaksanaan evaluasi dapat dijadwalkan secara bulanan, triwulanan, maupun tahunan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik usaha. Proses tersebut perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan pengurus, pengawas, pengelola unit usaha, serta pihak terkait agar hasil evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan bersama.

Hal penting yang ditekankan dalam materi ini adalah bahwa evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memperbaiki dan memajukan BUMKal. Setiap temuan dan kendala harus menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas tata kelola, memperbaiki strategi usaha, serta memperkuat kemampuan organisasi dalam menghadapi tantangan.

Membangun BUMKal yang Mandiri dan Berkelanjutan

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, Pemerintah Kalurahan Dadapayu berharap seluruh pengurus, pengawas, dan pengelola unit usaha BUMKal semakin memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan organisasi serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Peningkatan kapasitas juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antarunsur pengelola BUMKal. Dengan pembagian tugas yang jelas, administrasi yang tertib, pengelolaan keuangan yang transparan, serta evaluasi yang dilaksanakan secara konsisten, BUMKal diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Keberhasilan BUMKal tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan atau keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan manfaat ekonomi, membuka peluang kerja, berkontribusi terhadap pendapatan kalurahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kalurahan Dadapayu berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan BUMKal agar dapat tumbuh menjadi badan usaha yang sehat, profesional, dan mandiri.

Melalui semangat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, diharapkan BUMKal mampu mengembangkan unit-unit usahanya secara lebih terarah, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menjadi salah satu penggerak perekonomian kalurahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendampingan Lanjutan BUMDes Mahanani Dadapayu: Penguatan Laporan Keuangan dan SOP Unit Usaha

Fasilitasi Penyaluran BLT Dana Desa Bulan Oktober di Kalurahan Ngeposari

Bimbingan Teknis Skema Usaha Koperasi Desa Merah Putih di Kapanewon Semanu